keayahan

AYAH, HATI-HATI DENGAN CARA KAMU MEMPERLAKUKAN ANAKMU.

ketika kamu sudah tidak lagi berada di sampingnya, cara kamu memperlakukannya hari ini, bisa menjadi cara ia memperlakukan dirinya sendiri. Ketika hari ini kamu sering berkata: “Kamu kok begitu saja nggak bisa?” Mungkin suatu hari... ia akan berkata : aku tidak cukup baik

AYAH, HATI-HATI DENGAN CARA KAMU MEMPERLAKUKAN ANAKMU.
AYAH, HATI-HATI DENGAN CARA KAMU MEMPERLAKUKAN ANAKMU.
Karena...suatu hari nanti, ketika kamu sudah tidak lagi berada di sampingnya,cara kamu memperlakukannya hari ini...bisa menjadi cara ia memperlakukan dirinya sendiri.
---Ketika hari ini kamu sering berkata:
 “Kamu kok begitu saja nggak bisa?”Mungkin suatu hari...ketika ia gagal,ia akan berkata kepada dirinya sendiri:“Aku memang nggak cukup baik.”
---Ketika hari ini ia sering dibandingkan:
“Lihat kakakmu... bisa.”Mungkin ketika dewasa,ia akan tumbuh dengan perasaan...harus selalu lebih baik dari orang lainagar layak dihargai.
Padahal...sejak kecil,ia hanya ingin merasa:“Ayah bangga punya aku.”

Ketika kesalahannya selalu dibalas dengan bentakan...anak mungkin belajar:
kesalahan adalah sesuatu yang memalukan.
Ketika pertanyaannya sering dianggap membantah...ia mungkin belajar:lebih aman diam daripada berbicara.
Ketika emosinya selalu disuruh berhenti...ia mungkin belajar:perasaanku tidak penting
Ternyata...ayah tidak hanya sedang membesarkan seorang anak.Ayah sedang ikut membentuk suara yang kelak tinggal di dalam kepala anaknya
Suara yang berkata:“Aku bisa.”atau...“Aku tidak cukup baik.”

Bukan berarti satu kali marahakan menghancurkan masa depan anak.
Ayah juga manusia.Bisa lelah.Bisa salah.Bisa kehilangan kesabaran.Yang perlu kita waspadai adalah...pola yang terus berulangdan tidak pernah diperbaiki.
Karena anak tidak membutuhkan ayahyang tidak pernah marah.
Ia membutuhkan ayahyang ketika marah...
masih mampu kembali.
“Tadi Ayah terlalu keras.”
“Maaf, Nak.”
“Ayah tetap sayang kamu.”
Kalimat sederhana.Tetapi bisa mengajarkan sesuatu yang besar:
orang yang kita cintai boleh salah, dan kesalahan masih bisa diperbaiki.

Ayah...anakmu mungkin tidak akan mengingatsemua nasihat yang pernah kamu berikan.Ia mungkin lupaberapa banyak mainan yang kamu belikan.
Tetapi ia akan membawa sesuatu jauh lebih lama:
bagaimana rasanya menjadi anakmu.
Apakah ia merasa aman?Dihargai?Didengar?Atau...selalu merasa harus berhati-hati agar tidak mengecewakan ayah?

Kalau hari ini kamu merasa:“Sepertinya selama ini aku masih banyak salah.”Tidak apa-apa.

Jangan berhenti di rasa bersalah.Gunakan kesadaran itu untuk berubah.Peluk anakmu lebih sering.Dengarkan ceritanya.Tatap matanya ketika ia bicara.Dan kalau hari ini kamu salah...datanglah lebih dulu untuk meminta maaf.
Karena memperbaiki hubungan dengan anak...tidak pernah mengenal kata terlambat.
Ayah...suatu hari anakmu akan tumbuh dewasa.Ia akan pergi membangun hidupnya sendiri.Dan ketika itu terjadi...kamu tidak lagi bisa mengatur setiap langkahnya.Tetapi kamu berharap...di dalam dirinya ada suara yang berkata:“Aku berharga.”“Aku mampu.”“Aku layak dicintai.”
Dan semoga...salah satu suara yang paling kuat di dalam dirinya...adalah suara ayahnya yang dulu berkata:“Nak, Ayah mungkin tidak selalu benar.Tapi Ayah akan selalu belajar mencintaimu dengan lebih baik.”
---

↗️ *SHARE* kepada para ayah yang sedang berjuang menjadi ayah terbaik bagi anak-anaknya.
📌 *SAVE* untuk dibaca lagi ketika kesabaran sedang diuji.
Dan kalau kamu ingin lebih banyak konten tentang *keayahan, parenting, pernikahan, dan keluarga* yang bukan sekadar memberi tips, tetapi mengajak kita **bercermin dan bertumbuh**...

#fathering#ayah hebat
Kang Febri

Kang Febri

Motivator Parenting dan Keluarga

Kenali lebih dekat

Bacaan lain

Artikel terkait

Setiap ruang belajar adalah kesempatan untuk bertumbuh.

Sedang merencanakan seminar, training, atau kegiatan edukasi? Mari hadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta Anda.