anak dan remaja

Nak, Jangan Sampai Karena Ingin Dicintai, Kamu Melupakan Cara Menjaga Diri

Anakku, cinta memang menyenangkan. Tetapi jangan sampai karena ingin dicintai seseorang, kamu justru kehilangan dirimu sendiri dan semakin jauh dari Allah. Nak… Ayah tahu, rasanya menyenangkan ketika ada seseorang yang perhatian kepadamu. Ada yang menanyakan kabarmu.

Nak, Jangan Sampai Karena Ingin Dicintai, Kamu Melupakan Cara Menjaga Diri
# Nak, Jangan Sampai Karena Ingin Dicintai, Kamu Melupakan Cara Menjaga Diri

Anakku, cinta memang menyenangkan. Tetapi jangan sampai karena ingin dicintai seseorang, kamu justru kehilangan dirimu sendiri dan semakin jauh dari Allah.

Nak…
Ayah tahu, rasanya menyenangkan ketika ada seseorang yang perhatian kepadamu.
Ada yang menanyakan kabarmu.

Ada yang mengingat hal-hal kecil tentangmu. 
Ada pesan sederhana yang membuatmu tersenyum sepanjang hari. 
Ada seseorang yang membuatmu merasa istimewa, seolah-olah kamu adalah orang yang paling berarti baginya.
Dan mungkin, untuk pertama kalinya, kamu merasa ada seseorang yang benar-benar memperhatikanmu.

Ayah mengerti, Nak. 
Kamu ingin disayangi. 
Kamu ingin dipahami. 
Kamu ingin memiliki seseorang yang mau mendengarkan cerita-ceritamu, menemanimu ketika sedih, dan membuatmu merasa tidak sendirian.
Itu manusiawi.
Ayah tidak ingin kamu berpura-pura tidak punya perasaan. Ayah juga tidak ingin kamu menganggap bahwa menyukai seseorang adalah sesuatu yang harus ditakuti.

Tetapi, Nak…
Jangan sampai karena ingin dicintai seseorang, kamu justru kehilangan dirimu sendiri.
Jangan sampai karena takut kehilangan, kamu mulai mengabaikan prinsip yang selama ini kamu pegang. 
Jangan sampai karena ingin membuatnya bahagia, kamu melakukan sesuatu yang sebenarnya bertentangan dengan nilai-nilai yang kamu yakini. 
Dan jangan sampai karena ingin selalu bersamanya, kamu perlahan menjauh dari Allah.

Sebab ada hal yang ingin Ayah ajarkan kepadamu tentang cinta.
Bukan agar kamu takut mencintai, tetapi agar kamu tahu bagaimana mencintai tanpa kehilangan arah.
Kamu tidak tertinggal hanya karena belum memiliki pasangan

Nak…
Mungkin hari ini teman-temanmu mulai memiliki pacar.
Ada yang dijemput sepulang sekolah. 
Ada yang diberi hadiah. 
Ada yang setiap hari punya teman bercerita. 
Ada yang terlihat begitu bahagia karena selalu mendapatkan perhatian dari seseorang.
Lalu diam-diam kamu bertanya kepada dirimu sendiri,
“Kenapa aku belum punya seseorang?”
"Apakah aku kurang menarik?”
“Apakah tidak ada yang menyukaiku?”

Nak, dengarkan Ayah baik-baik.
Kamu tidak tertinggal hanya karena belum memiliki pasangan.
Hidup bukan perlombaan tentang siapa yang paling cepat mendapatkan cinta. Kamu tidak perlu terburu-buru memasuki sebuah hubungan hanya karena takut menjadi satu-satunya yang sendirian.

Ada banyak hal yang perlu kamu persiapkan sebelum berjalan bersama seseorang.
Belajar mengenal dirimu sendiri.
Belajar mengelola emosi. 
Belajar bertanggung jawab. 
Belajar membedakan mana yang baik dan mana yang hanya terasa menyenangkan sesaat.
Dan yang paling penting, belajar membangun hubungan yang baik dengan Allah.
Sebab sebelum memikirkan siapa yang akan menemanimu menjalani kehidupan, kamu perlu belajar bagaimana menjalani kehidupan dengan prinsip yang benar.

Jangan terburu-buru mencari seseorang untuk mengisi hatimu sampai kamu lupa menyiapkan dirimu untuk masa depanmu.

Kamu tidak harus memiliki pasangan hari ini untuk membuktikan bahwa kamu berharga.
Nilaimu tidak ditentukan oleh berapa banyak orang yang menyukaimu. 
Kamu tidak menjadi lebih berharga hanya karena ada seseorang yang memilihmu, dan kamu tidak menjadi kurang berharga hanya karena belum ada seseorang yang datang untuk mencintaimu.
Kamu adalah hamba Allah yang memiliki kehormatan, tanggung jawab, dan masa depan yang perlu kamu jaga.

Jadi, Nak, bertumbuhlah.
Perkuat imanmu. 
Kembangkan kemampuanmu. 
Pelajari banyak hal. 
Bangun persahabatan yang sehat. 
Nikmati proses menjadi dewasa.
Jangan sampai waktumu habis untuk memikirkan siapa yang mencintaimu, sementara kamu lupa mempersiapkan dirimu menjadi pribadi yang lebih baik.

Nak…
Jika ada seseorang yang perhatian kepadamu, hargai kebaikannya.
Jika ada yang sering menanyakan kabarmu, kamu boleh berterima kasih.
Jika ada yang mengatakan bahwa ia menyukaimu, kamu tidak perlu merendahkannya.
Tetapi ingat satu hal:
Kamu boleh menghargai perasaan seseorang tanpa harus membalasnya dengan cinta.
Kamu tidak berutang hubungan kepada seseorang hanya karena ia telah memberikan perhatian kepadamu.
Kamu juga tidak harus menerima seseorang hanya karena takut tidak akan ada orang lain yang menyukaimu.
Jangan biarkan rasa kasihan, rasa tidak enak, atau ketakutan akan kesepian membuatmu mengambil keputusan yang sebenarnya belum kamu yakini.
Sebab hubungan yang baik tidak dibangun dari rasa terpaksa.
Dan kamu tidak perlu membuktikan bahwa kamu orang baik dengan selalu memenuhi keinginan orang lain.
Kamu boleh berkata tidak dengan sopan.

Kamu boleh menjaga jarak ketika merasa sebuah hubungan mulai melampaui batas. 
Kamu boleh mengambil keputusan yang berbeda dari keinginan seseorang, selama kamu melakukannya dengan cara yang baik.

Menjaga batasan bukan berarti kamu tidak punya perasaan. Itu berarti kamu tidak membiarkan perasaan mengambil alih seluruh keputusanmu.
Nak, belajarlah memahami bahwa tidak semua orang yang membuatmu nyaman harus menjadi pasanganmu.
Ada orang yang hadir untuk menjadi teman. 
Ada yang mengajarkanmu sesuatu tentang kehidupan. 
Ada pula yang membuatmu belajar mengenali batasan diri.
Kamu tidak harus menjadikan setiap rasa suka sebagai sebuah hubungan.
Terkadang, kamu cukup mengakui bahwa kamu menyukai seseorang, lalu tetap memilih berjalan dengan cara yang kamu yakini benar.

Jangan sampai karena takut kehilangan seseorang, kamu justru menjauh dari Allah

Nak…
Ayah ingin kamu berhati-hati ketika mulai mencintai seseorang.
Sebab terkadang, ketika perasaan sudah begitu kuat, kita bisa kehilangan kemampuan untuk melihat sesuatu dengan jernih.
Kita mulai membenarkan hal-hal yang sebelumnya kita tahu tidak baik.
Kita mulai mengabaikan nasihat yang sebenarnya masuk akal.
Kita mulai takut mengatakan tidak, karena khawatir orang yang kita sayangi akan kecewa atau pergi.
Bahkan, ada yang rela mengabaikan ibadah, melanggar batasan, atau melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinannya hanya demi mempertahankan sebuah hubungan.

Nak…
Jika suatu hubungan membuatmu terus-menerus merasa harus mengorbankan prinsip yang kamu yakini benar agar seseorang tetap tinggal, berhentilah sejenak.
Tanyakan kepada dirimu sendiri:
“Apakah hubungan ini membantuku menjadi pribadi yang lebih baik?”
“Apakah aku masih bisa menjaga ibadah dan batasan yang Allah perintahkan?”
“Apakah aku menjalani hubungan ini dengan tenang, atau justru terus-menerus takut kehilangan sampai mengabaikan diriku sendiri?”

Allah mengingatkan kita dalam QS. Al-Isra ayat 32:
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

Ayat ini mengajarkan bahwa menjaga diri bukan hanya tentang menghindari perbuatan yang dilarang, tetapi juga berhati-hati terhadap jalan yang dapat mengantarkan kita kepadanya.
Karena itu, jangan meremehkan batasan.
Jangan merasa bahwa sesuatu yang salah menjadi benar hanya karena kamu melakukannya atas nama cinta.
Dan jangan menganggap bahwa keinginan untuk mempertahankan seseorang bisa menjadi alasan untuk mengabaikan perintah Allah.

Cinta tidak menghapus tanggung jawab kita sebagai hamba Allah.
Nak, kamu boleh memiliki perasaan kepada seseorang. Kamu boleh berharap suatu hari nanti menikah dengan orang yang kamu cintai.
Tetapi jangan sampai harapan itu membuatmu lupa bahwa ada Allah yang harus tetap kamu taati.
Jika kamu benar-benar menginginkan masa depan bersama seseorang, belajarlah menempuh jalan yang baik. 
Jaga batasan, bangun kedewasaan, dan jika sudah siap menikah, libatkan keluarga serta jalani prosesnya dengan cara yang bertanggung jawab.
Jangan menjadikan rasa takut kehilangan sebagai alasan untuk melakukan sesuatu yang justru membuatmu kehilangan ketenangan hati.
Sebab mempertahankan seseorang tidak seharusnya membuatmu merasa harus mengorbankan hubunganmu dengan Allah.

 Nak, jika kamu butuh perhatian, Ayah ingin kamu tahu bahwa kamu boleh pulang

Nak…
Ada satu hal yang ingin Ayah sampaikan kepadamu.
Jika kamu membutuhkan perhatian, kamu boleh datang kepada Ayah.
Jika kamu ingin bercerita tentang hari-harimu, Ayah ingin mendengarkan.
Jika kamu sedang sedih, kamu boleh menangis.
Jika kamu sedang kecewa, kamu boleh mengungkapkan perasaanmu.
Dan jika kamu sedang menyukai seseorang, kamu juga boleh bercerita.
Kamu tidak harus menyembunyikan semuanya dari Ayah hanya karena takut dihakimi.

Ayah mungkin tidak selalu memahami duniamu dengan sempurna. 
Mungkin ada istilah yang tidak Ayah mengerti. 
Mungkin ada pengalaman yang berbeda dari masa muda Ayah.
Tetapi Ayah ingin terus belajar memahami duniamu.
Ayah ingin belajar mendengarkan sebelum menasihati, memahami sebelum menyimpulkan, dan menemanimu menemukan jalan keluar tanpa membuatmu merasa tidak berharga.
Ayah juga ingin meminta maaf jika selama ini pernah membuatmu merasa bahwa ceritamu tidak penting, perasaanmu berlebihan, atau masalahmu terlalu kecil untuk didengarkan.
Ayah masih belajar menjadi orang tua yang lebih baik.
Namun, Ayah ingin kamu tahu bahwa kamu tidak harus selalu terlihat kuat di depan Ayah.
Kamu boleh mengakui kesalahan.
Kamu boleh mengatakan bahwa kamu sedang bingung.
Kamu boleh meminta pertolongan ketika tidak tahu harus berbuat apa.


Ayah ingin rumah ini menjadi tempat kamu berani berkata jujur, bukan tempat kamu takut mengakui kesalahan.
Ayah tidak ingin kamu merasa harus mencari perhatian di luar dengan mengorbankan dirimu sendiri hanya karena kamu merasa tidak mendapatkan perhatian di rumah.
Ayah ingin kamu tahu bahwa ada ruang untukmu bercerita, ada telinga yang berusaha mendengarkan, dan ada keluarga yang bisa kamu datangi ketika hidup terasa berat.
Bukan berarti Ayah bisa menggantikan seluruh kebutuhan emosionalmu atau selalu memiliki jawaban atas setiap persoalanmu.
Tetapi Ayah ingin menjadi bagian dari orang-orang yang membantumu tumbuh dengan sehat, mengenal dirimu sendiri, dan berani mengambil keputusan yang baik.
Dan yang terpenting, Ayah ingin mengajakmu kembali kepada Allah setiap kali kamu merasa kehilangan arah.

Sampai Allah mempertemukanmu dengan jodohmu, persiapkan dirimu
Nak…
Suatu hari nanti, insyaallah, kamu mungkin akan bertemu seseorang yang ingin berjalan bersamamu membangun masa depan.
Seseorang yang bukan hanya ingin menikmati kebersamaan, tetapi juga bersedia memikul tanggung jawab.
Seseorang yang tidak hanya pandai mengucapkan kata-kata manis, tetapi juga berusaha menunjukkan akhlak yang baik.
Seseorang yang menghormati dirimu, menjaga batasan, dan bersedia belajar membangun rumah tangga dengan nilai-nilai Islam.
Namun, sebelum hari itu tiba, gunakan waktumu untuk mempersiapkan diri.
Belajarlah mengenali dirimu sendiri.
Belajarlah mengelola emosi.
Belajarlah berkomunikasi dengan baik.
Belajarlah memahami tanggung jawab dalam pernikahan.
Belajarlah membedakan antara perhatian sesaat dan kesungguhan untuk membangun masa depan.
Dan jangan lupa, perkuat hubunganmu dengan Allah.
Sebab pasangan hidup bukanlah penyelamat yang akan menyelesaikan seluruh masalahmu. Ia juga manusia yang memiliki kekurangan, kelemahan, dan proses bertumbuhnya sendiri.
Pernikahan membutuhkan dua orang yang bersedia belajar, bertanggung jawab, saling menghormati, dan memperbaiki diri.

Karena itu, jangan hanya berdoa agar Allah mempertemukanmu dengan seseorang yang baik.
Berdoalah juga agar Allah membimbingmu menjadi pribadi yang baik.
Jangan hanya meminta pasangan yang mampu menjagamu.
Belajarlah pula menjaga dirimu sendiri.
Jangan hanya berharap dicintai dengan tulus.
Belajarlah mencintai dengan cara yang baik dan bertanggung jawab.

Kamu tidak harus terburu-buru menemukan pasangan sampai lupa mempersiapkan dirimu untuk menjadi pasangan yang baik.
Dan ketika waktunya tiba, mintalah petunjuk Allah. Libatkan keluarga. Perhatikan akhlak dan kesungguhannya. Jangan hanya menilai dari perasaan yang kamu rasakan hari ini, tetapi juga dari nilai-nilai yang akan kalian bawa dalam kehidupan bersama.

Cinta yang baik tidak membuatmu kehilangan arah
Nak…
Ayah tidak berharap kamu menjalani kehidupan tanpa pernah jatuh cinta.
Ayah juga tidak berharap kamu tidak pernah kecewa.
Akan ada perasaan yang tidak berbalas. Akan ada harapan yang tidak terwujud. Mungkin ada seseorang yang pernah begitu kamu inginkan, tetapi ternyata bukan orang yang akan berjalan bersamamu sampai akhir.
Jika suatu hari itu terjadi, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa dirimu tidak layak dicintai.
Tidak semua orang yang kamu sukai akan menjadi pasanganmu.
Dan tidak semua perpisahan berarti kamu kehilangan masa depanmu.
Ada hal-hal yang memang tidak bisa kamu paksakan, seberapa besar pun keinginanmu.
Belajarlah menerima bahwa kamu bisa menyayangi seseorang tanpa harus memilikinya.

Kamu bisa merasa kecewa tanpa kehilangan harapan.
Kamu bisa menangis tanpa kehilangan harga dirimu.
Dan kamu bisa melepaskan sesuatu yang tidak baik bagimu tanpa harus membenci 
Dalam semua proses itu, jangan menjauh dari Allah.
Tetaplah menjaga shalatmu. 
Tetaplah berdoa. T
etaplah melakukan hal-hal baik yang selama ini membantumu bertumbuh.
Sebab ketika hatimu sedang rapuh, kamu justru membutuhkan pegangan yang kuat.

Jangan biarkan kehilangan seseorang membuatmu kehilangan arah hidupmu.
Nak, jika memang suatu hari kamu ingin membangun hubungan yang serius, semoga kamu dipertemukan dengan seseorang yang tidak hanya membuatmu merasa dicintai, tetapi juga menghormati prinsipmu dan bersedia menempuh jalan yang diridai Allah.
Seseorang yang tidak mempermainkan rasa takutmu akan kehilangan.
Seseorang yang tidak menjadikan perhatian sebagai alat untuk menuntut sesuatu darimu.
Seseorang yang memahami bahwa mencintai juga berarti menghormati batasan.
Dan seseorang yang ketika berjalan bersamamu, tidak membuatmu merasa harus memilih antara dirinya dan Allah.

Tentu, tidak ada manusia yang sempurna. Hubungan yang baik pun membutuhkan usaha, komunikasi, dan kesediaan untuk memperbaiki kesalahan.
Namun, sejak awal, kalian perlu memiliki arah yang baik.
Sebab cinta yang baik bukan hanya membuat hati berbunga-bunga, tetapi juga mengajak dua orang untuk bertumbuh dalam kebaikan.

Nak, Ayah hanya ingin kamu bahagia tanpa kehilangan dirimu sendiri
Nak…
Ayah tahu, suatu hari nanti kamu akan memiliki dunia sendiri.
Kamu akan bertemu banyak orang. Kamu akan memiliki pengalaman yang mungkin tidak pernah Ayah alami. Kamu akan membuat pilihan, menghadapi persoalan, dan belajar dari berbagai peristiwa dalam hidupmu.
Ayah tidak mungkin selalu berada di sampingmu.
Ayah tidak bisa mengawasi setiap langkahmu.
Ayah juga tidak bisa mengambil seluruh keputusan untukmu.
Karena itu, Ayah ingin kamu memiliki sesuatu yang lebih kuat daripada sekadar pengawasan Ayah.

Ayah ingin kamu memiliki iman yang membimbingmu, prinsip yang kamu pahami, keberanian untuk berkata tidak ketika diperlukan, dan kesadaran untuk meminta pertolongan ketika menghadapi masalah.
Ayah ingin kamu memahami bahwa menjaga diri bukan berarti menutup hati dari semua orang.
Menjaga diri berarti memahami nilai dirimu, mengetahui batasan yang perlu kamu jaga, dan berani memilih jalan yang baik meskipun tidak selalu mudah.
Jika kamu membutuhkan cinta, jangan mencarinya dengan merendahkan dirimu sendiri.
Jika kamu membutuhkan perhatian, jangan merasa harus mengorbankan prinsipmu untuk mendapatkannya.
Jika kamu takut kesepian, jangan menjadikan ketakutan itu alasan untuk menerima hubungan yang tidak baik bagimu.
Dan jika kamu sedang jatuh cinta, jangan lupa membawa Allah dalam setiap keputusanmu.

Nak…
Kamu layak dicintai dengan baik.
Kamu layak dihormati.
Kamu layak didengarkan.
Tetapi lebih dari itu, kamu memiliki tanggung jawab untuk menjaga dirimu sebagai amanah dari Allah.

Maka, jika suatu hari kamu harus memilih antara mempertahankan seseorang dengan cara yang bertentangan dengan prinsipmu atau menjaga apa yang kamu yakini benar, semoga Allah memberimu kekuatan untuk memilih jalan yang diridai-Nya.

Jangan takut kehilangan seseorang karena kamu ingin menjaga hubunganmu dengan Allah. Jangan sampai demi mempertahankan seseorang, kamu justru kehilangan arah untuk kembali kepada-Nya.
Ayah tidak meminta hidupmu selalu mudah, Nak.
Ayah hanya berdoa agar ketika hidup menjadi sulit, kamu tetap tahu ke mana harus meminta pertolongan.
Ketika hatimu kecewa, kamu tetap tahu kepada siapa harus bersujud.
Ketika kamu merasa tidak dicintai manusia, kamu tidak lupa bahwa rahmat Allah begitu luas.
Dan ketika suatu hari Allah mempertemukanmu dengan seseorang yang menjadi pasangan hidupmu, semoga kalian saling membantu dalam kebaikan dan saling mengingatkan ketika salah satu mulai kehilangan arah.

Nak, semoga kamu tumbuh menjadi perempuan yang bisa mencintai tanpa kehilangan diri, menjaga hati tanpa menutup diri, dan memperjuangkan hubungan tanpa menjauh dari Allah.
Ayah mungkin tidak bisa selalu menjagamu.
Tetapi Ayah akan terus belajar menjadi tempat yang aman bagimu untuk bercerita, dan akan terus mendoakan agar Allah menjaga langkahmu.
Sebab bagi Ayah, kebahagiaanmu bukan hanya tentang siapa yang kelak mencintaimu.
Tetapi juga tentang bagaimana kamu menjalani kehidupan dengan hati yang tenang, diri yang terjaga, dan iman yang terus bertumbuh.
Semoga Allah menjagamu, Nak.
Semoga Allah membimbing setiap pilihanmu.
Dan semoga kelak, ketika kamu menemukan cinta yang baik, cinta itu tidak menjauhkanmu dari Allah, tetapi justru menjadi salah satu jalan bagimu untuk semakin dekat kepada-Nya.


Aamiin ya Rabbal 'alamin.

— Kang Febri Motivator
#pesan ayah#parenting#pengasuhan
Kang Febri

Kang Febri

Motivator Parenting dan Keluarga

Kenali lebih dekat

Setiap ruang belajar adalah kesempatan untuk bertumbuh.

Sedang merencanakan seminar, training, atau kegiatan edukasi? Mari hadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta Anda.